>

Guestbook Rolling Widget

TUYET

Sabtu, 30 Juli 2011 Label:

Tuyet merupakan roman mutakhir Indonesia karya Bur Rasuanto. Roman ini diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 1978. Roman ini mendapat hadiah dari Yayasan buku utama Depdikbud pada tahun 1979.

Tema Cerita : Perjuangan dan Pengorbanan seorang manusia.
Setting Cerita: Vietnam.
Tokoh- tokoh dan Watak :
Tuyet : seorang gadis asal Vietnam yang baik dan rela berkorban demi orang tuanya.
Alimin : seorang wartawan perang dari Indonesia. Alimin memiliki hati yang mulia, rela berkorban, kepada siapa saja yang sedang membutuhkan bantuan.
Ayah Nona Thi : seorang Kepala Kampung yang sangat kaya. Dia sangat ditakuti dan disegani di kampungnya.
Nona Thi : seorang penghulu dan guru mengaji serta guru silat.


Ringkasan Cerita :
Alimin terkejut ketika kedatangan tamu wanita yang bernama Tuyet. Tuyet mendatangi Alimin dengan maksud untuk menanyakan adakah kiranya pesan atau hadiah dari Herbet, teman Alimin dari Jerman. Teryata, kiriman itu tidak ada. Alimin pun menyakan kepada segala hal yang berhubungan dengan Tuyet. Namun, Tuyet tidak menjelaskannya bahkan tempat tinggalnya pun ia sembunyikan dengan sebab untuk keamanan Alimin sendiri selama di Saigon, Vietnam.
Sejak saat itu, Tuyet sering datang kepada Alimin dengan tujuan untuk menanyakan adakah kiriman surat dari Herbert. Akibat sering bertemu, keduanya makin lama makin akrab. Namun, Alimin tidak mengetahui siapa identitas sebenarnya dari Tuyet. Melihat hubungan mereka, ternyata membuat hati Nona Thi, pacar Alimin yang berasal dari Vietnam itu menjadi cemburu.
Namun, suatu kali kunjungan Tuyet ke rumah Alimin berbeda kejadiannya dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya. Alimin terkejut, ketika Tuyet masuk kamar Alimin. Tuyet langsung menanggalkan pakaiannya, sehingga syahwat laki-laki Alimin pun bangkit. Akan tetapi, ketika nafsu Alimin mencapai puncaknya, Tuyet menahannya sambil berkata bahwa dia bersedia menyerahkan kesuciannya pada Alimin saja. Mendengar itu, Alimin menjadi marah. Dia anggap Tuyet adalah wanita murahan. Tuyet pun ditamparnya, sampai menangis. Habis ditampar dengan kesedihannya, Tuyet menceritakan apa dan siapa kepada Alimin. Tuyet menjelaskan kenapa itu semua dia lakukan. Dia melakukan itu semua, karena dia hendak mengumpulkan uang untuk menebus ayahnya yang sedang ditahan oelh rejim militer yang berkuasa. Sang pemimpin yang menahan ayahnya Tuyet itu bersedia menyerahkan keperawanannya pada sang pemimpin. Sedangkan kenapa kesuciannya hendak dia serahkan pada Alimin, sebab dia lebih rela menyerahkannya pada Alimin yang sudah dipercayainya daripada menyerahkannya pada si perwira militer yang biadab itu.
Tuyet menceritakan juga, kenapa ayahnya ditangkap. Menurut cerita Tuyet, ayahnya adalah seorang guru yang mengajar pada sebuah sekolah di Saigon. Suatu ketika, ayahnya memprotes tindakan para guru sekolahnya itu yang menaikkan seorang anak yang menurut ayahnya tidak pantas untuk bisa naik kelas. Rupanya, si anak tersebut adalah anak seorang perwira militer dalam rejim militer ayng berkuasa. Aibatnya ayah Tuyet ditangkap gara-gara masalah si anak tersebut.
Mendengar cerita Tuyet, Alimin luluh juga hatinya. Rasa marahnya terhadap Tuyet akibat perbuatan Tuyet padanya hilang dari hatinya. Malah sebaliknya, Alimin berjanji dan bertekad hendak membantu Tuyet dalam memcahkan masalah ayahnya tersebut. Janji Alimin untuk membantu Tuyet ternyata tidak sekedar janji, itu semua dilakukannya. Dia meminjam uang kemana-mana. Dia juga berusaha meminta bantuan pada orang tua Nona Thi, yang kebetulan termasuk orang yang berpengaruh dalam rejim militer yang berkuasa. Dia sempat bernegosiasi dengan orang tua Nona Thi, namun tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Dengan segala kegigihannya, akhirnya Alimin berhasil mengumpulkan uang yang dibutuhkan Tuyet. Seketika itu juga, kiriman surat dan uang dari Herbert telah datang. Namun, ketika dia hendak menyerahkan uang itu pada Tuyet, dia tidak berhasil bertemu Tuyet. Dia hanya mendapat sepucuk surat yang ditulis Tuyet sendiri. Betapa sedihnya hati Alimin. Dalam surat itu, Tuyet mengabarkan bahwa dengan terpaksa dia menyerahkan keperawanannya pada sang komandan yang bertanggung jawab padada penahanan ayahnya itu. Rupanya sang komandan tidak membutuhkan uang yang seperti diceritakannya pada Alimin, akan tetapi hanya butuh keperawanan Tuyet . Ayahnya dibebaskan berkat pengorbanan berharga yang dimiliki oleh Tuyet, yakni kesuciannya. Sekarang Tuyet sedang berjuang mencari pekerjaan dalam bidang yang sesuai dengan kemampuannya. Dia sedang berusaha untuk memulai suatu kehidupan yang baru.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

wibiya widget

 
Kedai Roman Indonesia © 2010 | Designed by My Blogger Themes | Blogger Template by Blog Zone