>

Guestbook Rolling Widget

KELUARGA PERMANA

Kamis, 25 Agustus 2011 Label:


Keluarga Permana merupakan salah satu roman terakhir Indonesia yang sangat bernilai tinggi. Roman ini adalah buah karya dari Ramadhan KH. Roman ini berhasil memenangkan Sayembara Mengarang Roman  yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1976. Roman ini diterbitkan pertama kali pada tahun pada tahun 1978 oleh Pustaka Jaya.
Tema Cerita : Masalah penderitaan yang menimpa suatu keluarga.
Setting Cerita : Jatiwangi dan Bandung.
Tokoh- tokoh dan watak :
Permana : ayah yang tidak konsisten dan berubah perangainya karena dipecat dari pekerjaannya.
Saleha : perempuan yang selalu menderita akibat perlakuan suaminya.
Ida :anak perempuan Permana yang menderita.
Sumarto : pemuda berperangai baik dan berindekos di rumah keluarga Permana. Dia pacar Ida.
Romo Murdianto : seorang pastor.
Komariah : pembantu keluarga Permana

 Ringkasan Cerita
Keluarga Permana yang dulunya damai-damai saja. Tiba-tiba sekarang penuh dengan penderitaan entah itu lahir maupun batin. Awal penyebabnya ialah setalah Permana dipecat oleh perusahaan tempat ia bekerja, dengan alasan yang tak jelas. Permana yang dikenal bijaksana namun, akibat semua itu ia berubah menjadi seorang kepala keluarga yang kasar. Ia selalu menyiksa istri dan anaknya sebagai pelampiasan kemarahannya.
Selama Permana menganggur, istrinya yang bekerja keras mencari nafkah. Namun walaupun sudah bekerja Saleha, istrinya itu tetap saja mengalami siksaan dari suaminya. Hal ini karena Permana merasa dirinya tak berarti sebagai seorang laki-laki. Dia merasa malu sehingga otak jernihnya menjadi buram, penuh dengan prasangka yang buruk. Dalam benaknya selalu terbayang, bahwa istrinya sewaktu bekerja disenangi oleh kaum lelaki di tempat kerjanya. Akibatnya, dia suka cemburu tanopa bukti. Dia tuduh bahwa istrinya telah berbuat senonoh.. Jika Saleha, istrinya itu menjelaskan  atau mungkin membantah dengan kata-kata yang sedikit keras volumenya, Permana pasti langsung naik pitam. Akibatnya Saleha sering disiksanya, ditendang, dipukuli dan seterusnya. Kalau sudah begitu, hati Saleha terasa hancur, usahanya yang demikian keras agar keluarga nya bisa rukun kembali nampaknya menemui jalan buntu. Namun semuanya itu, tetap ia kuatkan. Dia tidak mau kalau-kalau keluarganya hancur.
Permana juga sering menyiksa anaknya, Ida. Ida sering mendapat pukulan, tamparan dan cubitan bahkan sabetan rotan hingga berulang-ulang. Akibatnya, Ida menjadi gadis yang penakut dan pendiam. Siswa sebuah SMA ini, begitu benci dengan ayahnya yang semacam Permana.
Kelakuan Permana agak sedikit mereda, setelah Sumarto, lelaki muda yang datang dari Bandung dan kost di rumah Permana itu. Hal itu dikarenakan, adanya sedikit pemasukan uang bulanan.
Orang yang paling senang dengan keberadaan Sumarto, sebenarnya Ida. Bagi Ida yang selama ini tak punya teman, sekarang telah mempunyai Sumarto. Apalgi, Sumarto termasuk orang yang sopan dan ramah sehingga cepat beradaptasi dalam rumah itu. Karena sering bertemu, diantara keduanya terjalin cinta. Mereka pun menjalin hubungan kasih yang erat. Malah sampai hilang kontrol, keduanya melakukan hubungan intim.
Karena curiga, lama kelamaan pak Permana mengetahi hubungan Sumarto dengan Ida. Hingga akhirnya, Sumarto pun diusir secara halus oleh nya. Sumarto pun pergi meninggalkan kekasihnya tercintanya itu.
Komariah, pembantunya itu melaporkan kalau Ida sedang hamil. Betapa kagetnya, Permana dan istrinya itu. Untuk menutupi aib yang sedang menimpa keluarganya itu, Mereka sepakat untuk menggugurkan kandungan Ida itu. Secara diam-diam, pergilah Saleha ke dukun beranak dan membawa sebuah ramuan obat yang harus diminum oleh Ida.
Setelah minum obat, keadaan Ida menjadi gawat. Dia merasa sakit yang bukan kepalang. Akibatnya, Ida sampai dirawat di rumah sakit. Oleh dokter, rahimnya terpaksa diangkat. Itu berarti kemungkinan kecil Ida dapat hamil kembali. Sungguh suatu pengalaman pahit yang harus ditelan Ida. Dia sungguh putus asa dan menderita menerima kenyataan itu. Tapi bagaimana lagi, hal itu sudah terjadi. Sumarto sendiri, yang mengetahui bahwa Ida sedang hamil terus dirundung rasa menyesal dan berdosa kepada Ida dan Tuhan. Sumarto sering melaporkan peristiwanya itu kepada Romo Murdianto. Dengan kesadaran penuh, akhirnya Sumaro mau bertanggung jawab akan perbuatannya itu. Dia akan segera minta maaf kepada Ida, beserta keluarganya kemudian hendak melamar Ida.
Sumarto pun berangkat ke Bandung dan membawa Ida ke Pastornya. Ida yang merasa bahwa itu satu-satunya pilihan, maka Ida pun harus rela pindah agama dan mengikuti agama suaminya itu, yaitu agama kristen. Walaupun masih diliputi rasa bimbang, akhirnya Ida dibaptis oleh Romo Murdianto.
Dengan berat hati, Saleha dan suaminya merelakan anaknya menikah dengan Sumarto. Keduanyaa menikah di catatan sipil. Pesta perkawinannya itu dilakukan dengan penuh kesederhanaan dan dihadiri oleh keluarga kedua belah pihak. Suasana resepsi perkawinan begitu kaku.
Habis acara itu, Ida diboyong suaminya ke Jatiwangi, kampung halaman suaminya itu. Di sana Ida mendapat musibah sehingga Ida terpaksa dirawat lagi ke rumah sakit.
Suatu malam di rumah sakit, ketika dia tergopoh-gopoh menuju kran air karena hendak mencuci wajahnya. Tiba-tiba Ida terantuk meja dekat kran air tersebut. Ida yang tergeletak di lantai dengan keadaan yang mengkhawatirkan.
Suster yang seketika mendengar itu, langsung menghampiri  sumber suara tersebut. Betapa kaget, ia melihat keadaan Ida. Melihat itu, suster langsung membisikkan ke telinga Ida; Allahu Akbar Lailahaillallah beberapa kali dengan sayup-sayup diikuti pula oleh Ida. Habis itu, Ida langsung meninggal dunia. Ida dimakamkan dalam kuburan katholik sebab dia telah dibaptis / sudah pindah ke agama kristen.
Kematian Ida itu, membuat pak Permana sangat menyesal. Batinnya hancur. Pikirannya terbawa arus. Dia tidak mau meninggalkan kuburan anaknya. Akhirnya, dia berubah menjadi kurang akal / gila.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

wibiya widget

 
Kedai Roman Indonesia © 2010 | Designed by My Blogger Themes | Blogger Template by Blog Zone